[In Bahasa Indonesia] Episode 2.5: Premarital Check Up

Mengenai premarital check up ini, banyak sekali pendapat berseliweran di sekitar saya. Nyokap tentunya bilang ga perlu (terutama karena pas jaman doi nikah, belum musim ada ginian), adik gue yang apoteker bilang ‘it’s nice to have, but not mandatory‘, sementara temen baik gue yang dokter bilang ‘penting tuh, biar kalo ternyata ada penyakit masih sempet diobatin dulu’.

Setelah memantapkan tekad (dan ngitung duit), disertai parno setelah denger cerita orang-orang, akhirnya gue dan pasangan memutuskan buat melakukan premarital check up. Ohya, tambahan informasi dari temen gue yang dokter itu, premarital check up idealnya dilakukan lebih dari 6 bulan sebelum hari H, karena sebagian besar ‘temuan’ yang mungkin bakal mengganggu kehamilan, misal virus Rubella (campak), pengobatannya memakan waktu 6 bulan. Dan kalo memang calon pengantin cewe ada virus Rubella-nya, sangat dianjurkan buat diobati sebelum hamil, karena keberadaan virus itu bisa mengakibatkan keguguran atau si bayi lahir cacat (amit-amit kan..).

Jaman sekarang kayanya emang premarital check up ini ngetren, karena hampir semua rumah sakit dan lab klinik menyediakan paket premarital check up. Yang membedakan tentu aja paket yang ditawarkan dan harganya. Oia, sebelum gue nanya-nanya ke pihak RS, gue nanya dulu ke adik gue, tes apa aja yang wajib ada, dan ini list dari dia (gue ga tau gimana cara bikin list urut 1-4, but you know what I mean, don’t you?):

  1. Tes penyakit menular yang disebabkan oleh virus (cewe dan cowo):
  • VDRL/RPR
  • TPHA
  • HbsAg, anti Hbs
  • anti HCV
  • anti HSV 1 dan 2 IGM
  • anti toxoplasma IGG
  • anti rubella IGG
  • anti CMV IGG
     Note: IGM menunjukkan lu belum lama ini terinfeksi virus tsb; IGG       menunjukkan lu punya antibodi ga terhadap virus-virus itu.
  1. USG ObGyn (cewe) / analisa sperma (cowo)
  2. Tes darah (golongan darah dan Rhesus) (cewe dan cowo)
  3. Tes genetik (carrier hemofilia, sickle cell, thallasemia) (cewe dan cowo)

Berhubung gue males repot dan paket yang ditawarkan di RS lebih lengkap daripada di lab klinik (tentunya lebih mahal juga sih), jadi gue cuma nanya ke 2 rumah sakit yang letaknya deket rumah gue (‘langganan’, meski gue jarang banget ke RS):

  1. RS Pondok Indah Puri Indah (http://www.rspondokindah.co.id/id/our-hospital/2/rs-pondok-indah—puri-indah) – gue kontak CS-nya melalui email dan amazingly email gue dibales hanya dalam waktu 6 menit saja, saudara-saudari!! 😀RSPI
  2. RS Siloam Kebon Jeruk (https://siloamhospitals.com/our-hospitals/read/siloam-hospitals-kebon-jeruk.html) – yang ini lebih fleksibel karena ada paket-paket dan optional item yang bisa ditambahin misal kita ga mau ambil paket yang paling lengkapnya.

siloam1siloam2

Seperti yang udah gue mention di post satunya, akhirnya gue pilih di Siloam untuk premarital check up ini, karena masalah budget dan fleksibilitas paket. Oia harga yang tercantum di sini adalah harga 2018, jadi sebaiknya kalo mau nyari, nanya lagi aja karena keliatannya tiap RS ada penyesuaian harga tiap tahun. Dan ini syarat sebelum check up (sama untuk kedua RS):

Khusus untuk paket pre marital, persiapannya untuk laki-laki karena ada pemeriksaan sperma dianjurkan untuk puasa tidak mengeluarkan sperma minimal 3 hari maksimal 5 hari, tidak perlu puasa makan dan minum, untuk wanita dianjurkan sedang tidak menstruasi atau paling baik hari terakhir menstruasi ditambah 5-7 hari karena ada pemeriksaan USG Kandungan.

Semoga membantu. 🙂