[in Bahasa Indonesia] Episode 3: Wedding Preparation in Jakarta (3-6 months before)

Thank God kami ternyata ga salah pilih WO, karena meski kami ga “beli” jasa wedding planner dari si WO, even ga upgrade paket jadi sama si co-founder/cici WO yang udah lumayan ngehits di kalangan vendor wedding untuk hari H, tapi mereka masih bertanggung jawab untuk ngajak meeting periodically buat nginget-ngingetin apa aja yang udah ready dan udah harus ready by next meeting. Jadi apparently wedding preparation checklist itu udah nempel di kepala si WO, dan pas banget 6 bulan sebelum hari H, dia ngajak meeting dan ngingetin apa aja yang harus ready dalam 3 bulan ke depan.

Here we go again.. the list continues:

  • Undangan: (seharusnya di 6-9 bulan sebelum) Inti Prima Karya (http://www.primacard.id/ / http://www.instagram.com/primacard) (Setelah sebelumnya shock karena semua vendor undangan rekomendasi ternyata harganya mahal banget untuk cetak undangan gue yang notabene di bawah minimum sebagian besar vendor dan sempet pengen nyari-nyari di Pasar Tebet, akhirnya dengan berat hati kami memutuskan buat pasrah naikin budget, daripada mempertaruhkan kualitas undangan dan buang-buang waktu buat bener-bener ngecek satu per satu undangan tercetak. Minta rekomendasi dari beberapa orang dan akhirnya PrimaCard ini yang terpilih – rekomendasi dari Devi yang suaminya banyak kenal sama orang percetakan.)
  • Dokumen untuk gereja dan catatan sipil: (seharusnya di 6-9 bulan sebelum tapi pas itu gue merasa masih kejauhan untuk dipikirin) (Ternyata oh ternyata, yang namanya ngurus surat-surat di negara tercinta Indonesia ini memang ga mungkin simple. Dramanya sampe gue bikinin episode sendiri. Fiuuuhh.. Untuk dokumen gereja sih relatif lebih simple lah, cuma harus rela repot bolak balik ke sekretariat gereja aja buat minta dan masukin form ini-itu.)
  • Jahit Gaun 2 Mama dan Adik-adik Cewe: Atelier de Mariee (http://www.instagram.com/atelierdemariee) (Dari semua proses persiapan, menurut gue ini yang paling ribet karena ngelibatin nyokap-nyokap. Untungnya di detik-detik trakhir akhirnya nemu vendor ini dari rekomendasi temennya nyokap dan nyokap langsung cocok, setelah ada drama di vendor sebelumnya.)
  • Jahit Jas Papa: A Tham (https://athamtailor.com/) (Yang ini dramanya cuma “maksa” bokap buat mau jahit jas baru, tapi untuk pilih vendornya ga ada masalah macem-macem.)
  • Wedding Cake: include di venue (done)
  • Wedding Car: include di venue (done)
  • Wedding Souvenir: done di range 9-12 bulan sebelumnya
  • Photobooth: ga pake
  • Rundown Schedule: done by WO pas meeting persis H-6 bulan.
  • Wedding Shoes: beli jadi di ITC yang penting enak dipake (maklum pengantinnya males ribet. Toh ga keliatan juga kan sepatunya di dalem wedding gownFingers crossed semoga ga lecet pas hari H.)
  • Fitting Wedding Gown: ini di-skip berhubung gue sewa gaun yang udah ready.
  • Jahit Jas Pengantin Pria: done di 6-9 bulan sebelum
  • Honeymoon: done di 6-9 bulan sebelum
  • Wedding Bouquet: Atrina Soendoro (http://www.instagram.com/atrinasoendoro) (Ini adalah vendor buket yang highly recommended by WO gue, dan setelah coba kontak 3 vendor, akhirnya gue pun jatuh cinta sama Bu Atrina. Bukan cuma karena buketnya yang bagus-bagus dan sistem single price for all kind of flowers, tapi juga karena keramahan dan kesigapan jawab WA.)