[in Bahasa Indonesia] Episode 5: Wedding Preparation in Jakarta (0-1 month before)

Time is approaching.. dan gue super panik karena ternyata… banyak banget detail printilan yang harus diurusin. Not to mention gue harus ngurusin ngisi apartment dan pindahan. Guilty as I am, banyak PR yang ke-pending dari Episode 4.

  • Finalize Decoration (Church): koordinasi cuma dilakukan via WhatsApp aja dengan seksi dekorasi gereja.
  • Finalize Decoration (Reception): koordinasi cuma dilakukan via WhatsApp (vendor kirim gambar desain, trus dikomentarin, revisi, sampe akhirnya acc)
  • Finalize Wedding Bouquet: akhirnya disempetin ketemu sama Bu Atrina di H-10 sebelum TM, demiii dapet buket yang bagus. Dan ternyata emang bagus buangeeeeeettt, sesuai keinginan. 😀
  • Fitting Wedding Gown: fitting terakhir gw lakukan 3 minggu sebelum hari H, untuk finalisasi teknis pelaksanaan hari H (apa aja yang perlu dibawain, kapan pengambilan, asisten buat bantuin pake baju ke mana jam berapa).
  • Final Fitting Groom’s Tux: dan you know what?? Jasnya laki gw akhirnya baru diantar ke hotel malam sebelum hari H.. (can you imagine how panicked I was??)
  • Final Fitting Mothers’ and Sisters’ Gowns: (despite all plans to do this as early as possible) H-3
  • Finalize Lunch Box (Church): jauh-jauh hari udah DP ke satu vendor, tapi karena si vendor ga responsif, akhirnya last minute gw memutuskan buat ganti vendor (Nasi Kotak Kotak), dan baru dibayar lunasin H-3. So not me, but that’s the truth.
  • Booking Accommodations for Family Members: only applicable to my husband – dan gw serahkan ini ke dia, karena gw udah kepusingan mikirin yang lain
  • Sending Out Invitations: langsung gw lakukan begitu selesai sangjit (karena emang secara adat baru boleh bagi undangan setelah itu)
  • Preparing Tea Ceremony Souvenirs: belanja-belanja (online) gw lakukan dari 1 bulan sebelum hari H. Niatnya pengen nyiapin sendiri, tapi ujung-ujungnya jadi minta tolong WO aja.
  • Ensuring Invitations are Received and Souvenirs are Delivered: ngikutin cara laki gw: WhatsApp-in lagi undangannya ke tiap orang yang diundang. Dan thank God vendor souvenir gw super reliable – H-2 minggu souvenirnya udah sampe semua (ke kantor WO), dalam kondisi sudah dipasangin thank you card. 🙂
  • Technical Meeting with All Vendors: berhubung TM cuma bisa dilakukan pas hari kerja, akhirnya baru terlaksana H-10 gara-gara gw lagi hectic banget di kantor. Lika-liku wedding preparation orang kantoran.
  • Reminder all PIC (Family): untungnya gw terlahir di keluarga besar yang udah biasa diberdayakan untuk saling bantu.. jadi smua spupu yang tugas udah sigap. Malah beberapa kali mereka yang inisiatif nanya duluan soal tugas masing-masing.
  • Put A Trust to Your Wedding Organizer: again gw mau bilang gw ga salah pilih WO. Super organized, super sigap dan very helpful. Thanks DePuzzle! 🙂
  • Relaxing, Having a SPA treatment: pengantin yang satu ini terlalu sibuk ngantor sampe ga kepikir buat booking any kind of treatment. Akhirnya last minute gw sempet-sempetin facial di Felize (http://www.instagram.com/felize.beautybar), yang gw pilih karena di sana bisa facial tanpa bikin muka gw yang sensitif ini bengkak merah-merah, dan H-1 gw sempet-sempetin gel meni-pedi di The Nail Shop (tanpa reservasi! untung masih dapet slot), naik ojek pula pp. Hahaha..

That’s it. Sampe H-1 masih kerasa hectic banget sampe akhirnya gw memutuskan buat matiin HP kantor dan ga nyalain laptop sama sekali.

[in Bahasa Indonesia] Episode 3: Wedding Preparation in Jakarta (3-6 months before)

Thank God kami ternyata ga salah pilih WO, karena meski kami ga “beli” jasa wedding planner dari si WO, even ga upgrade paket jadi sama si co-founder/cici WO yang udah lumayan ngehits di kalangan vendor wedding untuk hari H, tapi mereka masih bertanggung jawab untuk ngajak meeting periodically buat nginget-ngingetin apa aja yang udah ready dan udah harus ready by next meeting. Jadi apparently wedding preparation checklist itu udah nempel di kepala si WO, dan pas banget 6 bulan sebelum hari H, dia ngajak meeting dan ngingetin apa aja yang harus ready dalam 3 bulan ke depan.

Here we go again.. the list continues:

  • Undangan: (seharusnya di 6-9 bulan sebelum) Inti Prima Karya (http://www.primacard.id/ / http://www.instagram.com/primacard) (Setelah sebelumnya shock karena semua vendor undangan rekomendasi ternyata harganya mahal banget untuk cetak undangan gue yang notabene di bawah minimum sebagian besar vendor dan sempet pengen nyari-nyari di Pasar Tebet, akhirnya dengan berat hati kami memutuskan buat pasrah naikin budget, daripada mempertaruhkan kualitas undangan dan buang-buang waktu buat bener-bener ngecek satu per satu undangan tercetak. Minta rekomendasi dari beberapa orang dan akhirnya PrimaCard ini yang terpilih – rekomendasi dari Devi yang suaminya banyak kenal sama orang percetakan.)
  • Dokumen untuk gereja dan catatan sipil: (seharusnya di 6-9 bulan sebelum tapi pas itu gue merasa masih kejauhan untuk dipikirin) (Ternyata oh ternyata, yang namanya ngurus surat-surat di negara tercinta Indonesia ini memang ga mungkin simple. Dramanya sampe gue bikinin episode sendiri. Fiuuuhh.. Untuk dokumen gereja sih relatif lebih simple lah, cuma harus rela repot bolak balik ke sekretariat gereja aja buat minta dan masukin form ini-itu.)
  • Jahit Gaun 2 Mama dan Adik-adik Cewe: Atelier de Mariee (http://www.instagram.com/atelierdemariee) (Dari semua proses persiapan, menurut gue ini yang paling ribet karena ngelibatin nyokap-nyokap. Untungnya di detik-detik trakhir akhirnya nemu vendor ini dari rekomendasi temennya nyokap dan nyokap langsung cocok, setelah ada drama di vendor sebelumnya.)
  • Jahit Jas Papa: A Tham (https://athamtailor.com/) (Yang ini dramanya cuma “maksa” bokap buat mau jahit jas baru, tapi untuk pilih vendornya ga ada masalah macem-macem.)
  • Wedding Cake: include di venue (done)
  • Wedding Car: include di venue (done)
  • Wedding Souvenir: done di range 9-12 bulan sebelumnya
  • Photobooth: ga pake
  • Rundown Schedule: done by WO pas meeting persis H-6 bulan.
  • Wedding Shoes: beli jadi di ITC yang penting enak dipake (maklum pengantinnya males ribet. Toh ga keliatan juga kan sepatunya di dalem wedding gownFingers crossed semoga ga lecet pas hari H.)
  • Fitting Wedding Gown: ini di-skip berhubung gue sewa gaun yang udah ready.
  • Jahit Jas Pengantin Pria: done di 6-9 bulan sebelum
  • Honeymoon: done di 6-9 bulan sebelum
  • Wedding Bouquet: Atrina Soendoro (http://www.instagram.com/atrinasoendoro) (Ini adalah vendor buket yang highly recommended by WO gue, dan setelah coba kontak 3 vendor, akhirnya gue pun jatuh cinta sama Bu Atrina. Bukan cuma karena buketnya yang bagus-bagus dan sistem single price for all kind of flowers, tapi juga karena keramahan dan kesigapan jawab WA.)