for spicy food lovers: Bebek Kaleyo, Bebek Goreng H. Slamet, and Bebek Goreng H. Yogi

Agak susah rasanya kalo harus review makanan Indonesia dalam bahasa Inggris, jadi sekarang saya nge-post dalam bahasa Indonesia lagi ya.. 😀 Foto-foto di post ini bukan hasil karya saya sendiri, jadi tidak saya pakaikan watermark dan akan saya tuliskan juga sumbernya.

Beberapa hari yang lalu, saya dan teman-teman kantor yang sedang bosan dengan makanan katering di kantin akhirnya pergi makan siang keluar. Setelah diskusi selama beberapa menit, diputuskanlah untuk makan bebek. Gara-gara itu, jadi keinget bahwa sejauh ini ada 3 tempat makan bebek yang pernah saya jajal, masing-masing dengan ciri khasnya sendiri.

Bebek Kaleyo

Awalnya berlokasi di Cempaka Putih dan sekarang sudah buka cabang di banyak tempat (info lengkap bisa cek di sini), dalam waktu singkat, dengan promosi dari mulut ke mulut, restoran yang satu ini sudah terkenal banget dengan sajian bebek super pedasnya. Menu favorit saya di sini adalah bebek muda cabe ijo, karena daging bebek muda lebih empuk. Yang istimewa dari restoran yang satu ini adalah sambelnya. Saya yakin sebagian besar orang yang pernah mencoba Bebek Kaleyo juga pasti setuju bahwa yang favorit di sini adalah cabe ijo-nya yang mantap banget. Sekali suap langsung berasa pedasnya, tapi karena rasa sambelnya enak, jadi penasaran untuk ga berhenti nyuap, berakibat bibir bengkak, mata berair, lidah mati rasa karena kepedesan, dan keringat berlebihan tapi mulut nyengir (nyengir campuran kepedesan dan bahagia). Bermodalkan 40ribu rupiah sudah termasuk minum, dijamin puas.

Bebek Goreng H. Slamet (website: http://bebekgorengslamet.com/)

image from yukdelivery.com

image from yukdelivery.com

“Cabang Kartasura” selalu tercantum di bawah nama restoran yang satu ini. Dengan logo khas warna hijau dengan gambar bebek di samping kiri, bebek goreng yang satu ini sudah banyak sekali cabangnya di seluruh Indonesia. Menu yang ditawarkan sebetulnya standar aja, bebek goreng dengan pilihan dada atau paha, tapi yang bikin nagih adalah daging bebeknya yang ga amis dan sambelnya yang pedasnya pas. Harganya pun cukup bersahabat, kalo tanpa tambahan sambel ato tahu (ya, di sini ga ada tempe), 30ribu bisa kenyang.

Bebek Goreng H. Yogi (twitter: @bebekgorengyogi)

0002WWC077F36344476163l

Dibanding Bebek Kaleyo dan Bebek Goreng H. Slamet, kayaknya tempat makan bebek goreng yang berlokasi di Kelapa Dua ini adalah yang paling ga populer. Berbeda dengan kedua tempat sebelumnya yang punya ciri khas, Bebek Goreng H. Yogi ini justru lebih bervariasi di menunya. Begitu masuk restorannya, kita bisa milih bebek dengan bumbu dan tingkat kepedasan yang bervariasi, mulai dari bebek goreng biasa, cabe ijo, rica-rica, bebek bakar, sampai lumpia bebek. Favorit saya kalo di sini adalah bebek goreng rica-rica, karena ini jenis yang paling pedas dan bumbunya berasa. Untuk harga, rata-rata 40ribu/orang, tapi tempatnya paling OK dibanding yang 2 sebelumnya. Dia juga buka cabang di food court mall.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s