religiositas

Agak berlebihan mungkin, tapi karna kebiasaan nulis pake bahasa Inggris gue jadinya uda hampir lupa gimana enaknya nulis pake bahasa Indonesia. ๐Ÿ™‚ Ga perlu mikir susah-susah dan gue bisa nulis panjang tanpa merasa bersalah. [Kalo kata temen gue kemaren ini, karna karakter orang Indonesia yang emang kalo nulis sukanya muter-muter :P]

Kemaren ini juga, ngomongin masalah SMA. Gue jadi keinget, dulu pas SMA gue ga blajar yang namanya pelajaran agama, karna yang ada itu religiositas. Kenapa begitu? Karna waktu itu sempet berdesir-desir kabar bahwa pemerintah bakal menetapkan kebijakan bahwa setiap sekolah wajib menyediakan pelajaran agama untuk kelima agama yang diakui di Indonesia, beserta gurunya. Kepala sekolah gue pas itu akhirnya memutuskan untuk ngambil opsi satunya lagi, yakni ngasih pelajaran religiositas. Di religiositas itu murid belajar gimana pandangan tiap agama terhadap topik tertentu, jadinya ga belajar agama yang spesifik secara mendalam, tapi belajar semua agama secara pandangan dan ajaran-ajaran. Lumayan sih, secara gue udah lumayan empet blajar agama Katolik mulu dari SD sampe SMP. ๐Ÿ˜› [Lebih jauh lagi, ternyata pelajaran itu lumayan berguna buat pergaulan gue jaman kuliah yang mahasiswanya lebih beragam. :)]

Dari situ gue ngeliat, sebenernya ajaran semua agama itu sama baiknya, dan pemikiran gue malah makin terbuka bahwa pemaksaan agama itu sama sekali ga berguna. Bukannya apa-apa, banyak banget orang yang masih berpandangan sempit dan didoktrin di dalem agamanya sendiri bahwa agamanya yang paling bagus. Malah dalam beberapa hal, misalnya, menurut gue pandangan agama Buddha yang sering dipandang sebelah mata karna mereka ga punya satu Tuhan itu lebih baik daripada agama yang mengakui adanya satu Tuhan. Mereka selalu diajarin untuk menganut paham “welas asih”, melatih mereka untuk tetap low profile dan hidup saling menghargai dalam keharmonisan satu sama lain.

Kalo kita mo melihat secara terbuka, secara adil, maka semua perang atau kekacauan yang mengatasnamakan agama harusnya ga pernah ada kok. Itu semua hanya karna orang-orang yang munafik aja, ga mau mengakui bahwa setiap orang bebas beragama dan agama itu ga boleh dipaksakan.

Tulisan ini sama sekali ga bermaksud menyerang agama manapun. Gue cuma menyampaikan pendapat gue dan kalo ada yang ngerasa tersinggung dengan tulisan ini ya gue minta maaf. Masalahnya sampe saat tulisan ini diturunkan, gue masih ketemu aja dengan orang-orang yang menerapkan sistem MLM [MultiLevel Marketing] di agamanya, alias menarik orang sebanyak-banyaknya karna merasa agamanya yang paling baik. Paling males deh dengan yang kayak gini. Gue ga mau bersikap nyerang, tapi kalo sampe pertahanan gue jebol, gue pasti berusaha nyerang, karena sampe saat ini gue masih merasa nyaman dan ga pernah salah pilih dengan agama gue yang sekarang.

Advertisements

4 thoughts on “religiositas

    • iya ada, di kurikulum baru yang namanya KBK. ya enaknya karna bisa ngeliat pandangan banyak agama, tapi ga enaknya karna jadi ga mendalami satu agama yang spesifik.

      Like

  1. Ada ya orang yang menerapkan MLM di agamanya? Saya gak pernah nemu. :mrgreen:
    Di kampus saya, agamamu ya agamamu, agamaku ya agamaku. Rukun, tentrem, adem ayem. ๐Ÿ˜€
    Aaaah, saya bersyukur sekali hidup di Indonesia. ๐Ÿ˜ณ

    Eh eh, tapi gak ada salahnya dong ya, kalo saya menganggap agama saya yang paling baik karena hanya agama saya yang diakui oleh Tuhan saya, tapi sekaligus saya gak menganggap bahwa agama lain itu jelek. ๐Ÿ˜€ Jadi, dalam hati saya saya menganggap agama saya paling benar, tapi sifat saya tetap terbuka terhadap orang2 beda agama. Itu ‘kan bagus. :mrgreen:

    Like

    • hehe.. ada, tapi mungkin emang “target”-nya ga semua lapisan, makanya ada yang ga sadar dengan hal tersebut. ๐Ÿ™‚

      iya, sikap yang kayak gitu malah sebenernya bagus. fanatisme terhadap agama itu sebenernya bagus selama ga berlebihan dan mengarah ke fanatisme yang sempit.

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s