kritik

Beberapa saat yang lalu, gue jadi panitia sebuah acara. Seminggu setelahnya, tentu diadakan evaluasi sekaligus ngeliat hasil kuesioner yang telah disebarkan ke seluruh peserta acara. Isinya macem-macem,  mule dari yang positif sampe yang negatif. Lucunya, ada salah satu panitia yang cepat sekali “panas” mendengar komentar-komentar negatif.

Buat gue, segala macem pendapat orang itu adalah feedback. Mau positif ato negatif, semuanya itu kebebasan tiap orang buat berpendapat. Misalnya dalam kasus ini, gue sebagai panitia, ga bisa maksain biar semua peserta merasa puas dan berkomentar positif atas acara yang telah dibuat. Malah kalo semua komentar yang didapat positif, kita harus curiga, apa emang datanya valid? Jangan-jangan malah ada tekanan dari pihak penyelenggara kepada peserta, ato jangan-jangan kuesionernya direkayasa sama penyelenggara. Mungkin aja kan?

Sikap yang benar *begghh menggurui banget kayaknya* dalam menghadapi kritik adalah: ambil yang positif, gunakan untuk motivator kita di kemudian hari, dan ambil yang negatif, ingat-ingat untuk tidak mengulanginya lagi. Kecenderungan orang adalah mengambil yang positif saja dan membuang yang negatif, untuk menghindari perasaan ga enak dalam hati. Akibatnya, kesalahan yang sama terulang lagi dan lagi.

Sikapi kritik dengan bijak. Jangan cuma mau mengkritik tapi ga mau dikritik.

Happy independence day~ 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s