tawuran

Hari ini adalah hari kedua puasa bagi yang menjalankan, dan juga hari kedua gue pagi-pagi lewat Roxy [Jln. Hasyim Azhari, sekitar depan Roxy Mas] melihat pecahan-pecahan kaca berserakan sepanjang sekitar 50 meter [hmm.. sebaiknya jangan percaya pada gue ya kalo udah ngomongin soal jarak, tapi yang pasti terseraknya lumayan jauh, 2-3 menit naik mobil berkecepatan 10-20 km/jam *do the counting yourself :P] PLUS beberapa orang pak polisi berjaga sambil membawa balok-balok kayu ukuran besar. Gue dan bokap memperkirakan, balok-balok kayu itulah yang digunakan orang untuk memecahkan kaca mobil. Anarkis. Selain itu, di salah satu gang kecil di jalan itu, segerombolan anak muda berusia remaja [tampangnya sih kayak umuran SMP-SMA gitu] berkumpul sambil mengamati pak polisi menyita balok-balok kayu.

Apa yang terjadi? Berikut ini gue akan mengungkapkan ide-ide gue. Akan sangat diskriminatif, rasis, dan sarkastik jadi kalo ada yang tersinggung, gue minta maaf sebelumnya.

  1. Orang-orang itu abis sahur ga ada kerjaan, jadi mule jalan-jalan deh. Eeehh tau-tau ketemu anak-anak gang sebelah. Liat-liatan bentar, pelotot-pelototan, terjadilah tawuran yang mengorbankan juga mobil-mobil yang melintas di situ. [Gue pernah menyaksikan sendiri dua sekolah mengawali tawuran dengan liat-liatan. *Apa yang diliat sih?!?!?!!*] [Oh ya, sekedar tambahan aja, orang-orang yang tinggal di kampung belakang kompleks perumahan gue selalu minta duit ke orang kompleks dengan alasan ga punya duit, tapi mereka sanggup ngebangun rumah beton di tanah milik kompleks *ga dibeli dan ga disewa, tau-tau aja dibangun rumah kumuh gitu* dan MAIN PETASAN DAN LEMPAR-LEMPAR BATU KE DALAM RUMAH ORANG SETELAH SAHUR *bukti nyata bahwa mereka ga ada kerjaan*, ngebangunin warga-warga kompleks yang mayoritas non-Muslim.]
  2. Ga ada dua kubu yang terlibat, hanya anak-anak remaja yang kebetulan diliburkan dari sekolah dalam rangka puasa [perasaan belum sebulan mereka mulai sekolah], ga ada kerjaan setelah sahur dan memutuskan buat “iseng” ngelemparin mobil orang yang lewat. [Whew, kalo kayak gini kasusnya mah mereka bener-bener kayak manusia jaman batu ya, semuanya pake otot ga pake otak.]
  3. Gue rasa mereka menjalankan puasa cuma karna terpaksa aja deh, buktinya melakukan kejahatan *meski menurut mereka itu bukan kejahatan* ke orang lain. Gue ga ngerti ya aturan di agama Islam, gimana itungan pahalanya [jujur, di agama gue, pahala itu ga bisa diitung karna urusan Yang Di Atas], mungkin melakukan hal-hal semacam itu cuma ngurangin sedikit pahala? Mohon petunjuk.

Sekali lagi, gue MINTA MAAF yang sebesar-besarnya kalo ada yang tersinggung. Gue yakin kok, hal yang gue ceritakan itu cuma terjadi sama orang-orang yang kurang dididik. Dan gue yakin, temen-temen gue semuanya ini berpendidikan dan tidak akan melakukan hal serupa. 🙂 Met puasa. 😉

Advertisements

One thought on “tawuran

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s