kenapa marah?

First of all, I want to say “Happy Monday” to all of you. May you have a great week ahead! πŸ™‚ I, dunno yet but have this chance to, will be quite busy for the next 2 weeks. Secret project. πŸ˜›

Berbicara tentang kemarahan udah bukan hal yang asing lagi buat gue, karna seringkali gue ga bisa ngendaliin kemarahan gue sendiri dan akhirnya melampiaskan itu ke entah orang terdekat gue entah ke blog. Seringan ke blog sih. πŸ˜› Jadi bagi penggemar blog gue *caelah* mungkin uda ratusan kali ngebaca topik tentang kemarahan.

Sekarang yang mau gue bahas di sini adalah tentang alasan orang marah. Mungkin beda-beda ya untuk tiap orang, tapi buat gue, alesan gue marah adalah:

  • Gue punya standar kebenaran sendiri–gue yakin orang lain juga punya–, jadi kalo misalnya ada orang lain yang melanggar batas nyaman dan benar gue itu, gue bakal marah, tentunya. Cuma masalahnya, seberapa dekat aja si orang itu dengan gue. Makin deket ya makin berani gue marah-marahin dia. Hoho..
  • Selain itu, kayaknya ada hal-hal yang memang menjadi standar kebenaran umum. Kalo standar itu dilanggar, ga cuma gue, orang lain juga pasti ikutan marah bareng gue. [Marah kok nyari temen sih?!]
  • PMS. Jelas. πŸ˜›
  • Orang tersebut ngulangin kesalahan yang sama berkali-kali. Wew.. ada peribahasa “seekor keledai tidak akan jatuh ke lubang yang sama untuk kedua kalinya”, masa manusia lebih parah daripada keledai sih? Tapi banyak lho. Banyak.. tapi balik ke poin pertama gue, kadang mereka ga ngerasa salah karna itu hanya ngelanggar standar kebenaran gue dan bukan standar kebenaran umum.
  • Lagi panik. Misalnya, kesalahan dari orang itu bisa bikin gue dimarahin orang lain. Jelas lah gue menumpahkan kekesalan dan kemarahan gue ke orang yang bikin gue dimarahin. Masa gue marahin balik orang yang marahin gue?! [Baca: ini kondisi saat yang marahin gue adalah senior/atasan gue–sampe saat ini sih belum pernah kejadian pas di tempat kerja.]

Lantas gue bertanya, apa alasan orang takut dimarahin selain karna ngerasa bersalah?

Pertanyaan itu tiba-tiba muncul aja. Mungkin gue aneh ya.. tapi selama gue ngerasa tindakan gue benar [balik ke poin 1, tiap orang punya pandangan sendiri-sendiri mengenai standar kebenaran, jadi ada kalanya ga cocok sama orang lain] ya gue ga akan takut dimarahin. Misalnya dimarahin pun, gue akan punya pembenaran diri untuk ngedebat orang itu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s