sing waras ngalah

Gue mendengar kalimat itu pertama kali dari mulut [well, not definitely a “mouth”] si Dei Benconk, yang meski bencong dan sering berpikir kurang waras tapi lebi sering lagi memberikan nasehat-nasehat yang berguna pada gue yang menurut definisi dia “klamar-klemer”. Ga brapa lama setelah dia bilang gitu, gue baca tweet seorang artis isinya juga tentang itu. Mungkin emang kehidupan di Jakarta yang kejam ini mengharuskan kita mengatakan itu setiap hari. Kalo ala 3 Idiots: “aal iz well“. πŸ™‚

Orang Jawa *maaf kalo berkesan ofensif* sejak lahir diajarkan untuk sabar dan ngalah. Dengan sifat mereka yang seperti itu, ada yang suka dan ada yang nggak. Tapi berdasarkan pengalaman gue, sifat mereka yang sabar dan ngalah itu sangat bagus kalo dihadapkan pada kondisi yang sangat mungkin bikin orang kesel dan hilang kesabaran. Sebaliknya, akan sangat menyebalkan kalo kita jadi pihak yang kesel dan ilang kesabaran. Hehe..

Berkat nasehat dari si Dei itu, sekarang tiap kali gue ngerasa sedikit kesel [dan masih bisa mikir], gue pasti bilang ke diri sendiri: “sing waras ngalah..” (yang waras ngalah). Kalo ngerasa waras, ya ngalah aja, gausa peduliin orang gila yang bikin loe marah. Hehehe..

Maaf ya akhir-akhir ini jarang update, bukannya sibuk juga sih di kantor, tapi si bos lagi sering-seringnya dateng pagi. 😦 Jadi bgitu dateng ke kantor harus langsung “kerja”. πŸ˜›

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s