magnet

Kemaren pagi, karna ujan jadi gue ambil kertas dari mobil bokap gue dengan sembarangan aja, dan ga sengaja yang tertarik keluar adalah Info Sathora [lembar dari gereja yang isinya pengumuman-pengumuman dan beberapa renungan] edisi Minggu Palma. Yang menarik perhatian gue adalah bagian renungannya, berjudul “Menjadi Magnet Dalam Suatu Hubungan“, yang langsung mengurungkan niat gue buat make ni kertas buat penutup kepala biar ga keujanan. Penulisnya bernama Ayu. Gue ketik ulang ya di sini.. πŸ™‚ *pasti orang-orang bingung kenapa gue kurang kerjaan gini, padahal mah gara-gara kemaren lupa nge-scan di kantor dan gue uda ngebet pengen ngebagi ini ke para pembaca πŸ˜›

Seorang pria muda menyusuri jalan dari desanya menuju desa lain. Ia bertemu dengan seorang petani yang sudah tua, sedang duduk di lahan pertaniannya.

“Orang seperti apakah yang ada di desa di depan sana?” tanyanya.

“Orang seperti apakah yang ada di desa asalmu?” jawab si petani.

“Orang di desa saya, adalah kumpulan orang-orang yang sombong dan penipu, itulah sebabnya aku meninggalkannya,” jawab pria muda.

“Seperti itulah yang akan kamu temukan di desa di depan sana,” jawab petani itu.

Seorang pria muda lain melewati jalan yang sama, bertemu dengan petani tua itu dan mengajukan pertanyaan yang sama.

“Orang seperti apakah yang ada di desa di depan sana?” tanyanya.

“Orang seperti apakah yang ada di desa asalmu?” jawab si petani.

“Desa saya, dipenuhi dengan orang-orang yang ramah, penuh kasih sayang, dan mau memberi pertolongan pada teman-temannya,” jawab si pria sambil tersenyum.

“Itulah yang akan kamu temukan di desa di depan sana,” jawab si petani.

Dalam kehidupan, kita akan menerima kembali apa yang kita pancarkan. Ketika kita berhubungan dengan orang lain, kita akan menemui orang-orang yang mirip dengan diri kita sendiri. Ada juga yang mempunyai kemiripan secara fisik, tetapi yang lebih utama adalah kemiripan dalam hal karakter, sikap dan perilaku kita.

Bila Anda seorang yang suka berbicara keras dan berperilaku kasar, orang-orang yang dapat menerima Anda kemungkinan besar adalah orang-orang yang berperilaku seperti itu. Bila Anda memancarkan energi yang mendukung dan penuh cinta, maka Anda akan membuat diri Anda dikelilingi oleh orang-orang yang mendukung dan penuh cinta. Karena kita selalu memperhatikan apa yang menjadi fokus pikiran kita, maka kita akan sering menemukan atau melihat di sekeliling kita yang sesuai dengan apa yang kita pikirkan.

Anda melakukan yang “baik”, Anda akan menarik hal-hal dan peristiwa “baik” dalam kehidupan Anda. Lebih tepat sebenarnya bahwa Anda memandang peristiwa-peristiwa hidup itu sebagai sesuatu yang “baik”. Dan sebaliknya juga, ketika Anda berbohong, Anda akan sering curiga sama sekeliling Anda. “Jangan-jangan aku dibohongi.”

Hal ini sama seperti dalam hubungan personal dengan orang lain. Ketika Anda mencari seseorang atau orang-orang dimana Anda ingin menjalin hubungan, tetaplah setia pada jalan hidup Anda. Jadilah diri sendiri. Jangan menjadi orang lain yang bukan diri Anda, tetapi seperti diri sendiri yang Anda ketahui. Itulah cara untuk merasakan cinta sejati. Ini akan sangat penting dalam membina suatu hubungan.

Hubungan adalah cermin diri kita. Hubungan itu akan memantulkan jati diri kita keluar dan kita akan melihat apa yang kita sukai dan apa yang tidak kita sukai pada diri pasangan kita. Anda mungkin tidak menyukai sifat pasangan Anda yang suka berbohong. Daripada Anda langsung menghakiminya, cobalah periksa diri Anda. Apakah Anda mempunyai sifat-sifat tersebut?

Jadilah pribadi yang ingin Anda tarik dalam kehidupan Anda. Meskipun tetap di jalan Anda sendiri, tetapi perlu diingat, bahwa kemungkinannya akan lebih besar untuk menemukan seseorang dengan latar belakang yang sama. Ketika Anda ingin berhubungan dengan orang yang suka membaca buku misalnya, maka Anda harus mengambil tindakan untuk menyukai buku. Dan pergilah ke tempat dimana buku tersedia. Toko buku atau perpustakaan bisa jadi akan memberi kesempatan untuk menemukannya.

Jadi pancarkan keinginan-keinginan Anda ke alam semesta dan percayalah pada diri sendiri, bahwa suatu ketika, saat berada di mall, di toko buku, di tempat kerja, di tempat fitness atau di toko kaset rohani, Anda akan bertemu dengan seseorang yang menggeluti hal yang sama dengan Anda. Dan mungkin dia itu adalah calon pasangan Anda. Cinta sejati Anda. Seperti Anda mencintai diri Anda sendiri. ***

Renungannya sangat bagus menurut gue, karna gue juga meyakini hal yang sama, cuma aja belum pernah berhasil buat mengungkapkannya. Entah sejak kapan, gue sangat yakin kalo apa yang gue lakukan itu bakal tercermin dalam sikap orang lain ke gue, dan makin ke sini sepertinya bukti-bukti akan keyakinan gue itu bermunculan. Saat gue jutek dan ga pedulian sama orang, orang lain juga bakal jutek dan ga pedulian sama gue. Tapi kalo gue berusaha lebih peduli dan ramah sama mereka, mereka juga akan melakukan hal yang sama ke gue.

Berperilaku baik itu bukan sesuatu yang mudah dilakukan. Gue bukan malaikat yang selalu berperilaku baik, malah kayaknya lebih dari 50% waktu gue digunakan untuk melakukan hal yang ga baik-baik amat [masi ga mau mengakui kalo diri gue jahat :P]. Meski gue ga mengungkapkan itu dalam bentuk tindakan atau perkataan, tapi melakukan hal buruk di pikiran aja udah jahat kan?

*curcol session* Sejak gue jadi single lagi, gue banyak berpikiran buruk mengenai orang itu. Ga perlu gue ungkapkan di sini lah, cuma gue berasa ditampar aja sama renungan yang gue temuin ini, bikin gue mikir.. kalo gue aja bisa berpikiran buruk, pasti dia juga bisa, bahkan bisa membalas gue lebih. Jadi mule sekarang gue akan mikir yang positif-positif aja. Dan mendoakan yang terbaik buat dia. Selalu sih, sejak dulu, tapi sekarang lebih lagi. I really would like to talk again to him, but I’m just too afraid that it will make me want more from him, so I hold myself in this state of flowing-ness [kalo kata itu bneran ada :P].

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s